Nasihat untuk twenty something

Hallo semua! Selamat berakhir pekan hehe

Saat kuliah ekstensi kemarin, gue berteman dengan orang-orang yang umurnya diatas gue. Diantaranya adalah para om-om (sebut saja begitu) yang sering menemani aktivitas kuliah niat ga niat ini.

Mereka sudah lebih dulu menjadi tua dan sudah lebih dulu merasakan pahit manis kehidupan haha LOL. Mereka sering banget membicarakan hal-hal sedikit dewasa yang bahkan tak pernah terpikirkan dari gue yang tiap hari lebih sering mikir gedean diskonan gopay atau ovo.

Hal-hal yang dibicarakan saat makan siang di kantek adalah nasihat untuk gue yang bahkan belum memulai memiliki hubungan serius.

Pertama nasihat dari om anak Jogja yang kerja di salah satu stasiun tv indonesia tentang doa,
"Makanya kamu doa yang serius."
Tapi menurut gue memang bener sih, karna segala sesuatu itu dimulai dari doa kan, dan memang sebaiknya kita berdoa untuk kehidupan yang lebih baik kepada Tuhan YME. Apalagi untuk memulai hubungan yang agak serius. Karna gue pernah baca juga, sebaik-baiknya doa adalah doa yang hanya diketahui antara kamu dan Tuhan. Doa gak harus tentang meminta tetapi juga bersyukur dan ikhlas, entah apa bentuknya. Karna ilmu tidak akan ada apan-apanya tanpa iman :)

Kedua nasihat dari om yang sampai saat ini masih menjadi mahasiswa alias mahasiswa abadi :p (Pstt, gue awalnya agak gak percaya dengan status mahasiswa abadi tapi setelah ketemu doi, gue jadi tahu kehidupan kuliah memang berat :))
"Jangan jadi bucin, nanti kaya aku loh."
Bucin yang dia maksud adalah pengalaman pribadi dengan pacar yang posesif bahkan katanya dia gak boleh main sama orng lain, dan kalau kuliah disuruh langsung pulang sama pacarnya :) sampai akhirnya dengan masalah lain-lainnya doi depresi almost 2 years dan katanya dia sampai gak mau ketemu orang baru karna gak tau cara interaksi dengan orang baru tuh gimana, saking dulu bucin banget sama pacarnya.
Nah untuk memulai seuatu hubungan, please gunakan akal dan logika. Cari tau hubungan yang sehat itu bagaimana menurut versi kalian masing-masing, jangan timpang sebelah karena kita gak pernah tau akhirnya akan seperti apa. Apalagi sekarang banyak banget hubungan yang abbusive, please kamu kuat kok tanpa dia! Pokoknya jangan hanya mengedepankan cinta tapi juga pakai logika. Karena kalau kata Agnes cinta ini kadang-kadang tak ada logika.

Ketiga dari om yang hampir-hampir cerai sama istirnya,
"Cari suami tuh yang gajinya X juta, karna ujung-ujungnya masalah rumah tangga itu masalah ekonomi."
Gue sih setuju. Bukan karena X juta tapi lebih kepada ya kalau memang mau serius perlu dipikirkan juga financial planning. Dua orang yang akan menjalin hubungan harus mempunyai visi dan misi yang sama soal ekonomi keuangan seperti gaya hidup yang akan dilalui seperti apa, aset yang harus dimiliki dan lain-lain. Ekonomi pasti berubah sesuai supply and demand, jadi pemikiran kita soal financial pun harus mengikuti pasar. Dan yang terpenting sih bukan seberapa banyak lo dapat uang tetapi seberapa banyak lo bisa simpan uang!

Tiga hal yang saat ini mulai sering gue pikirkan dan akan menjadi bahan pertimbangan untuk kedepannya. Tiga hal diatas akan mengikuti setelah misalnya gue menemukan seseorang yang sesuai kriteria LOL.

Terimakasih om-om atas nasihatnya, semoga ini juga bisa jadi bahan pertimbangan untuk orang-orang diluar sana.
Happy weekend!



Comments

Popular posts from this blog

Sebuah pilihan menjadi dewasa

Salam Perkenalan